Kenapa Salju warnanya Putih?

Kita hidup di iklim tropis yang punya dua musim. So, kita gk kenal dengan musim dingin alias winter. Namun, slah satu atribut musim dingin begitu terkenal di seluruh dunia. Ia adalah salju. Bahkan orang Arab zamam dulupun sudah kenal dengan yg namanya salju. Buktinya, di salah satu bacaan doa iftitah kan ada penyebutan tentang salju.

Salah satu sebab yang bikin orang seneng sama si salju adalah warnanya yang putih. Salju kalo gk putih ya gak disebut salju… y gk? Tapi, jika kita pikirkan sebenarnya aneh jika warnanya putih. Kan salju itu tersusun dari banyak kristal es? Sedangkan es sendiri warnanya bening. Lalu salju kok warnanya gk bening?

Warna dan frekuensi cahaya

Biar tahu darimana putihnya salju berasal, kita perlu tahu terlebih dahulu ngapain benda-benda punya warna yang berbeda. Cahaya tampak tesusun dari banyak frekuensi yang berbeda dari sinar. Mata kita mendeteksi frekuensi-frekuensi yang berbeda sebagai warna-warna yang berbeda.. Benda yang satu punya warna yang berbeda dengan benda yang lain kerena partikel-partikel penyusunnya (atom-atom dan molekul-molekul) punya frekuensi-frekuensi vibrasi yg berbeda. Secara dasar, elektron dari partikel-partikel tersebut akan bergetar beberapa kali merespon energi, tergantung frekuensi energi tersebut. Terhadap energi cahaya, molekul-molekul dan atom-atom tersebut menyerap sejumlah energi cahaya tergantung dari frekuensi cahaya tersebut, untuk kemudian mengeluarkan energi terserap tersebut sebagai panas. Ini berarti objek-objek tersebut menyerap frekuensi-frekuensi cahaya tertentu lebih daripada yang lain.

 

Bening atau Nggk Bening

Dua hal yang bereda dapat terjadi pada frekuensi-frekuensi cahaya yang gak terserap. Pada sebagian benda, ketika sebuah parikel mengeluarkan kembali foton ,mereka meneruskannya lewat ke partikel selanjutnya. Pada kejadian ini, cahaya berjalan melewati seluruhnbagian benda tersebut, sehingga benda tersebut kelihatan bening. Pada kebanyakan benda padat, partikel-partikel tersebut mengeluarkan kembali mayoritas foton yang gk terserap keluar dari benda tersebut. Walhasil, gak ada cahayaatau sedikit banget cahaya yang melewati seluruh partikel benda tersebut. Hasilnya, bendanya gag tembus cahaya, gak bening, gak transparan. Warna sebuah benda yang nggak bening sebenarnya merupakan kombinasi dan energi cahayayang nggak diserap parikel-partikel objek tersebut.

 

Cahaya yang Terpantul Berulang-ulang

Jdi, karena air adalah air yang beku, dan kita tahu bahwa es itu bening, lalu ngapain salju punya warna yang berbeda? Untuk mengetahui hal ini, kita perlu tahu hakikat sebenarnya dari sekeping es. Es sebenarnya gak tembus pandang, dia adalah benda yang bersifat transulen. Transulen itu gk transparan, tapi ia cukup baik untuk menghantarkan cahaya. Ini berarti dalam sbuah benda transulen, foton cahaya gak diteruskan melalui jalur yg lurus-partikel benda tersebut mengubah arah cahaya. Ini terjadi karna jarak antara beberapa atom pada struktur molekuler es dekat dengan tinggi panjang gel.cahaya, sehingga foton-foton cahaya akan berinteraksi dengan struktur molekuler es.Walhasil, jaluw foton Cahaya berubah dan berbeda dengan jalur ketika ia masuk ke es.

Salju merupakan kombinasi dari segepok kristal-kristal es induvidual yang tersusun bersama. Ketika sebuah sebuah foton cahaya masuk ke sebuah lapisan salju , ia melalui kristal es yang berada pada sisi paling luar yang membelokan sedikit arahnya dan merusaknya ke kristal es lain selanjutnya, yang membelokan sedikit arahnya. Jadi, seluruh kristal es memantulkan cahaya berputar-putar ke seluruh bagian dalam salju. Ini terjadi pada seluruh frekuensi cahaya yang berbeda , sehingga seluruh warna cahaya dipantulkan kembali berulang-ulang. Warna dari seluruh frekuensi jika dikombinasikan bersama dalam ukuran yang sama adalah putih-ingat, piringan spectrum warna Newton yang jika diputar dengan cepat warnanya akan putih. Maka akibatnya adalah warna yang kita lihat dari sebutir salju adalah putih, walaupun warna yang kita lihat pada sekeping es kristal yang membentuk salju adalah bening.

smbr: majalah elfata edisi 1, 2008

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: